Mungkin aku kurang ikhlas dalam beribadah.
Mungkin aku kurang pasrah dalam berdoa.
Mungkin Allah begitu ingin dekat denganku, hingga ujian ini terus datang dalam hidupku.
Mungkin Allah tengah merindukanku. Sangat merindukanku.
Mungkin. Mungkin. Mungkin
Apa yang orang lihat tidak selalu benar tapi juga mungkin benar.
Saat ini aku hanya ingin diam.
Diamku bukan karena aku tak peduli. Bukan karena aku tak ingin berbagi.
Bukan karena aku mampu menyimpan sendiri.
Tapi terkadang orang hanya penasaran dengan apa yang aku alami.
Mungkin ada juga yang peduli.
Begitu banyak opini di luar sana berbicara tentang aku.
Aku hanya bisa diam. Dan tak punya kekuatan untuk menjelaskan satu per satu.
Terima kasih telah banyak memberikan saran dan kritikan kepada diriku.
Karena dengan begitu aku sadar, benarkah jalan yang aku pilih saat ini.
Pernah suatu ketika ada lelaki yang bertanya padaku, apakah aku pernah menyimpan rasa padanya,
Suatu pertanyaan yang begitu mengejutkanku.
Pertanyaan yang tak pernah terlintas dalam pikiranku.
Dan mungkin sampai detik ini aku tidak pernah menjawab semua itu secara "tegas".
Karena yang aku pikirkan saat itu, apakah dengan aku memberi jawaban "Iya ataupun Tidak" apakah akan mengubah keadaan?
Bukankah dia hanya penasaran terhadap apa yang aku rasakan?
Andai aku menjawab "Iya" mampukah aku memasuki hatinya yang telah dimiliki orang lain?
Bukan karena aku tidak tegas.
Karena aku tahu, manusia hanya mampu berencana. Hasil akhir tetap ada pada-Nya.
Lagipula, apa tujuanmu untuk mengetahui semua itu. Bukankah di hatimu telah diisi orang lain.
Apa yang aku rasakan saat ini tidak lagi penting buatmu, bukankah demikian?
Menulis disini,
bukan karena aku ingin membongkar masalah pribadiku.
Tapi ini bukanlah suatu aib.
Aku yakin semua orang pernah mengalami hal yang sama.
Karena aku tidak punya kekuatan secara langsung,
Ijinkan aku meminta maaf atas semua sikapku selama ini.
Terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat.
Semoga hatimu tulus menerima permintaanku ini.
Aku dan dirimu telah memilih jalan masing-masing.
Maafkan aku yang tidak bisa menjadi seperti dulu.
Karena ada hati seseorang yang harus aku jaga.
Dan aku tak ingin menyakitinya.
Aku terlalu sering menyakitimu dan dirinya.
Maaf. Maafkan aku.
Kali ini aku tidak ingin menyakitinya lagi.
Karena untuk menjaga hatinya, aku menghapus semua yang berkaitan denganmu.
Semua histori tentang dirimu di media sosial telah aku hapus.
Maafkan aku.
terlalu mrasa bersalah iu tidak baik, berbaiklah dengan keadaan dan diri sendiri.. biar sehat teruus. semangat
BalasHapus